Tips Mudah Budidaya Bambu

bambu bali

Bambu adalah tanaman yang beruas dan berongga di bagian batangnya yang merupakan tanaman anggota jenis rerumputan atau rumput-rumputan. Tanaman ini mempunyai banyak jenis atau tipe.

Selain memiliki banyak jenis, tanaman ini juga memiliki banyak sebutan lain di daerah-daerah tertentu, seperti aur, awi, eru, dan buluh. Selain definisi tersebut, tanaman ini juga memiliki beberapa definisi atau pengertian yang lain.

Bambu adalah tumbuhan berumpun yang memiliki akar serabut, memiliki batang bulat berongga, keras, tinggi, dan beruas yang biasanya digunakan sebagai bahan bangunan dan beberapa perabotan rumah tangga seperti kursi, mebel, dan sebagainya.

Tanaman ini diklasifikasikan lebih dari 10 genus, salah satu yang banyak ditemui adalah dari genus Bambusa. Tanaman ini merupakan tanaman yang memiliki laju pertumbuhan tertinggi di dunia. Pada Periode Cretaceous, tanaman ini pernah mengalami pertumbuhan besar-besaran di wilayah Asia.

Bambu termasuk tanaman yang secara nyata dibudidayakan untuk dimanfaatkan sebagai bahan berbagai jenis benda, khususnya untuk peralatan mebel dan rumah tangga. Dengan bentuknya yang berongga di bagian tengah, bambu memang lebih ringan dibanding kayu.

bambu hitam
bambu hitam

Cara menanam bambu sebagai budidaya tidak terlalu rumit. Anda hanya perlu melalui proses membuat bibit yang tergolong cukup lama. Bibit pohon bambu memang bisa didapat secara alami dari biji bambu yang jatuh, kemudian tumbuh menjadi rebung.

Namun, untuk kebutuhan komoditas masal, tentu menanam satu dua rebung tidak akan mencukupi lahan yang telah disiapkan. Solusinya, dengan membuat bibit bambu secara rekayasa menggunakan sistem setek.

Cara budidaya bambu cukup mudah, seperti dibawah ini

  • ambil kira-kira 60 cm – 1 meter batang bambu segar,
  • kemudian timbun dalam tanah.
  • sirami batang yang ditanam kira-kira 3 kali sehari selama dua bulan lamanya.
  • Ketika batang sudah terlihat bertunas, maka bibit bambu sudah siap dipindahkan ke lahan.

Setelah sukses melakukan pembibitan yang kurang lebih memakan waktu 2 bulanan, maka petani bambu bisa memulai proses selanjutnya, yaitu penanaman. Berbeda dengan proses pembibitannya yang memakan waktu cukup lama, bambu bisa langsung ditanam, asalkan Anda sudah menyiapkan lahan tanamnya. Jangan lupa untuk memerhatikan jarak lubang tanam sesuai dengan bibit bambu yang Anda pakai.

Cara menanam bambu dengan bibit rebung bisa ditanam pada lubang sedalam 50×50×75 cm. Sementara, untuk penanaman menggunakan batang, Anda perlu menyiapkan lubang tanam dengan diameter 150×150×75 cm.

Lahan harus dipersiapkan jauh-jauh hari, yakni 3-4 bulan sebelumnya. Sebab, hal ini berguna untuk menyiapkan lahan yang subur bagi bibit bambu berkembang nantinya. Menyiapkan lahan dilakukan dengan cara perataan dan pemupukan.

Melihat potensi nilai ekonomis dari bambu, tentunya ini sebagai pemacu semangat bagi para petani untuk memanfaatkan lahan dengan budidaya bambu.

Baca artikel lainya :