Tips Budidaya Terong Hasil Melimpah

budidaya tanaman terong

Terong adalah tanaman sayuran yang banyak digemari oleh masyarakat, banyak olahan-olahan masakan dengan bahan dasar terong. Seperti balado terong, oseng terong, sambal terong, soup terong dan lain sebagainya. Tanaman terong juga mempunyai nilai ekonomis tinggi, hal ini terlihat dengan tingginya minat masyarakat konsumsi terong

Asal Muasal Terong

Tanaman terong (Solanum melongena) merupakan jenis sayuran tahunan semusim. Tanaman ini banyak dijumpai tumbuh liar di hutan-hutan kita. Namun, saat ini terong ditanam meluas diberbagai belahan bumi. Terdapat banyak ragam terong yang dibudidayakan di Indonesia, mulai dari terong lokal seperti terong gelatik, terong kopek, terong bogor, terong medan hingga terong impor seperti terong Jepang.

Bentuk dan warna buah terong cukup beragam ada yang putih, hijau hingga ungu. Bentuknya pun ada yang bulat, lonjong besar, hingga lonjong dengan ujung  lancip.  Tanaman Terong dapat tumbuh di dataran rendah tinggi, suhu udara 22°C – 30°C, jenis tanah yang paling baik adalah lempung berpasir, subur, kaya bahan organik, aerasi dan drainase baik dan pH antara    6,8-7,3 ( PH tanah dapat di ukur terlebih dahulu dengan PH Tester ), sinar matahari harus cukup,cocok ditanam musim kemarau.

Prospek budidaya tanaman terong sangat menjanjikan dan sudah banyak petani yang mengusahakannya namun hasil rata-ratanya masih rendah. Hal ini disebabkan karena Teknik budidaya yang belum optimal diterapkan.

Baca juga artikel berikut ini :

Tehnik Budidaya

1) Cara Pembibitan

  • Rendamlah benih dalam air hangat kuku +Vitaflora dosis 2 cc per liter selama 30  menit

Bungkuslah benih dalam gulungan kain atau kerta merang basah dan masukkan dalam kardus bekas Aqua dan di beri lampu 5 Watt dengan jarak 30 cm dari benih untuk diperam selama + 24 jam hingga nampak mulai berkecambah, Kalau kain kering bisa di semprot pakai sprayer kecil ( 1 liter )

  • Sebarkan benih di atas bedengan ( atau Polybag ) persemaian menurut barisan, jarak antar barisan 10-15 cm
  • Permukaan bedengan yang telah disemai benih ditutup dengan daun pisang ( Mulsa Hitam perak )
  • Setelah benih tampak berkecambah muncul, buka penutupnya
  • Siram persemaian pagi dan sore hari
  • Bibit berumur 30 Hari atau berdaun empat helai siap dipindah tanamkan.

2) Pengolahan Tanah

  • Bersihkan rumput liar (gulma) dari sekitar kebun
  • Olah tanah dengan cangkul ataupun bajak sedalam 30-40 cm hingga gembur
  • Buat bedengan selebar 100-120 cm, jarak antar bedengan 40-60 cm, ratakan permukaan bedengan
  • JikapH tanah rendah, tambahkan Dolomit
  • Sebarkan pupuk kandang 15-20 ton / ha, campurkan merata dengan tanah.
  • Sebarkan pupuk dasar dengan campuran ZA 150 KG + TSP 300 KG  + KCL 300 KG per ha dicampur dengan tanah secara merata atau sekitar 10 gr campuran pupuk per lubang tanam. Biarkan selama seminggu sebelum tanam
  • Buat lubang tanam( Dengan Alat Pelubang + Pendorong) dengan jarak 60 x 70 cm / 70 x 70 Cm

3) Penanaman

Waktu tanam yang baik musim kering,pilih bibit yang tumbuh subur dan normal, tanam bibit di lubang tanam secara tegak lalu tanah di sekitar batang dipadatkan, siram lubang tanam yang telah ditanami hingga cukup basah (lembab).

4) Penyulaman

Penyulaman dilakukan terhadap tanaman yang pertumbuhannya tidak normal, mati atau terserang hama penyakit. Penyulaman maksimal umur 15 hari.

5) Pemasangan Ajir

Lakukan seawal mungkin agar tidak mengganggu (merusak) sistem perakaran, ajir terbuat      dari bilah bambu setinggi 80-100 cm dan lebar 2-4 cm, tancapkan secara individu dekat batang, ikat batang atau cabang terong pada turus.

6) Penyiangan

Rumput liar atau gulma di sekitar tanaman disiangi atau dicabut, Penyiangan dilakukan  pada umur 15 hari dan 60 – 75 hari setelah tanam.

7) Pemupukan

Jenis dan Dosis Pupuk Makro disesuaikan dengan jenis tanah, varietas dan kondisi daerah menurut acuan dinas pertanian setempat. Pemupukan diletakkan sejauh 20 cm dari batang tanaman sebanyak 10 gram campuran pupuk per tanaman secara tugal atau larikan ditutup tanah dan disiram atau pupuk dikocorkan sebanyak 3,5 gram per liter air, kocorkan larutan pupuk sebanyak 250 cc per tanaman.

8) Pemangkasan

Pangkas tunas-tunas liar yang tumbuh mulai dari ketiak daun pertama hingga bunga pertama juga dirempel untuk merangsang agar tunas-tunas baru dan bunga yang lebih produktif segera tumbuh.

9) Pengendalian Hama dan Penyakit

Hama yang sering menyerang tanaman terong adalah kumbang daun, kutu daun, tungau, ulat tanah, ulat grayak dan ulat buah sedang penyakit adalah layu bakteri, busuk buah, bercak daun, antraknose, busuk leher akar dan rebah semai.

Untuk mencegah serangan hama dan penyakit maka petani harus melakukan budidaya secara baik dan jika tanaman terserang maka dilakukan pengendalian secara alami (organic) dahulu, nanti jika kurang berhasil baru dikemdalikan dengan memakai pestisida kimia.

10) Panen

  • Buah pertama dapat dipetik setelah umur 45 – 50 HST tergantung dari jenis varietas
  • Ciri-ciri buah siap panen adalah ukurannya telah maksimum dan masih muda.
  • Waktu yang paling tepat pagi atau sore hari.
  • Cara panen buah dipetik bersama tangkainya dengan tangan atau alat yang tajam.

Sahabat peroperty145, untuk menghasilkan hasil yang melimpah tentunya perlu ketlatenan dan disiplin tinggi dalam menanam terong, prospek pasar yang menjanjikan menjadi nilai tersendiri untuk tanaman terong.

Mengenai harga dipasaran pada musim-musim panen, harga terong cukup dinamis, namun ini harusnya dimanfaatkan oleh petani untuk menjual terong dalam bentuk olahan makanan jika ingin punya nilai tambah.

Baca artikel lainya :

sumber referensi : cybex.pertanian.go.id