Taman Tematik – Destinasi Wisata Favorit di Kota Tangerang

Kota Tangerang umumnya terkenal dengan sebutan kota seribu industri dan sejuta jasa. Hal ini dikarenakan banyaknya kegiatan perindustrian dan jasa yang terdapat di Kota Tangerang. Untuk mendukung Kota Tangerang sebagai kota layak huni maka dibutuhkan penambahan Ruang Terbuka Hijau (RTH). Standar perkotaan paling tidak memiliki minimal 30% (20% RTH publik dan 10% RTH privat) dari total luas wilayah.

Munculnya Taman Tematik di Kota Tangerang

Pada tahun 2015 Pemerintah Kota Tangerang mulai melakukan terobosan dengan melakukan penataan sejumlah RTH publik menjadi taman tematik. Taman tematik merupakan sebuah tempat atau sarana rekreasi yang memiliki ide dasar khusus yang mencirikan seluruh tempat rekreasi tersebut (Extrada, 2014). Taman memiliki beberapa fungsi khusus yaitu : fungsi ekologi, fungsi estetika, fungsi ekologi, fungsi sosial, dan fungsi ekonomis.

Selama 5 tahun terakhir Pemerintah Kota Tangerang telah melakukan penataan taman tematik yang dibantu oleh Dinas Pertamanan. Setiap tahunnya luas RTH publik di Tangerang terus dilakukan penambahan dan ditata agar lebih cantik sehingga menarik bagi wisatawan. Hasilnya cukup baik, karena sekarang ini taman tematik telah menjadi destinasi wisata favorit di Tangerang dan sekitarnya.

Saat ini, Kota Tangerang memiliki sekitar 27 taman tematik yang bisa diketahui dari Portal Taman Kita Kota Tangerang. Taman selain sebagai paru-paru kota, juga merupakan tempat berolahraga dan rekreasi. Pada sebelum pandemi setiap harinya taman-taman di Kota Tangerang selalu ramai oleh pengunjung. Namun, untuk sementara waktu selama pandemi wisata taman tematik di tutup terlebih dahulu demi menekan angka penularan COVID-19 di Kota Tangerang.

Penasaran taman tematik apa saja yang ada di Tangerang? Yuk simak di bawah ini terdapat taman tematik favorit warga Tangerang dan sekitarnya.

1. Taman Potret

foto : instagram.com / @ahmadfauziputra.s

Taman potret atau taman selfie merupakan taman tematik yang terletak di pusat Kota Tangerang. Taman potret berada di jalan Jendral Sudirman, Babakan, Kota Tangerang. Lokasinya tidak jauh dari landmark “Jam Gede Jasa” atau berada di sisi barat Tangerang City Mall.

Ciri khas dari taman potret adalahnya adanya Patung Penari Lenggang bewarna merah. Tarian lenggang cisadane merupakan tari kreasi baru yang menjadi ciri khas seni budaya Kota Tangerang. Asal mula nama Taman Potret bermula dari tema selfie yang diangkat. Diharapkan pengunjung yang datang kesini bisa menikmati keindahan taman sambil mengabadikan momen dengan cara dipotret.

Untuk masuk ke Taman Potret tidak dipungut biaya alias gratis. Hanya saja untuk pengunjung yang membawa kendaraan motor perlu membayar pakir kendaraan sebesar Rp. 2.000. Hal ini sangat murah dibandingkan dengan fasilitas taman yang bisa dinikmati. Taman Potret menyediakan fasilitas berupa : jogging track, playground, spot-spot foto instagramable, wifi, toilet, fasilitas parkir dan warung jajanan.

2. Taman Pramuka

foto : instagram.com / @dano.sdrn

Selanjutnya adalah Taman Pramuka merupakan taman tematik yang mengusung tema pramuka. Taman Pramuka selain sebagai destinasi wisata juga sekaligus berperan sebagai pendidikan. Pengunjung yang datang akan dikenalkan pada sejarah pramuka, sandi morse, tanda pengenal pramuka, dan huruf semaphore.

Lokasi Taman Pramuka berada di Jalan Daan Mogot, Sukaasih, Kota Tangerang. Taman Pramuka dibangun di atas lahan seluas 3.268 m2. Suasana di taman ini sangat asri dan sejuk, dilengkapi olah fasilitas pendukung seperti playground, jogging track, fasilitas olahraga dan fasilitas penunjang kegiatan pramuka.

3. Taman Gajah Tunggal

foto : instagram.com / @diansyahahadi

Berbeda dari taman-taman lainnya, Taman Gajah Tunggal menggunakan limbah ban bekas untuk dijadikan hiasan taman. Pembuatan Taman Gajah Tunggal diinisiasi oleh PT. Gajah Tunggal Tbk (perusahaan pembuat ban di Indonesia). Taman Gajah Tunggal dibangun di lokasi yang sangat strategis di atas lahan seluas 7.000 m2. Taman ini terletak di Jalan Perintis Kemerdekaan, Babakan, Tangerang. Lokasinya sangat berdekatan dengan Tangerang City Mall dan kawasan pendidikan cikokol.

Simbol utama dari Taman Gajah Tunggal adalah seekor gajah yang berpose seperti sedang memegang ban dan akan menggelindingkannya. Gajah tersebut terbuat seutuhnya dari ban-ban bekas yang dikreasikan dengan rapih. Tidak hanya itu, fasilitas taman seperti tempat duduk, arena bermain anak, pagar pembatas, dan lainnya semuanya dikreasi menggunakan ornamen ban bekas. Hal ini merupakan upaya untuk meminimalisir limbah ban bekas menjadi suatu karya yang berguna dan bisa dimanfaatkan.

4. Taman Laksa

foto : instagram.com / @drg.ulin

Pemerintah Kota Tangerang memiliki segudang ide untuk memajukan pariwisata, salah satunya adalah dengan membuat taman laksa yang merupakan sebuah bentuk wisata kuliner. Perpaduan antara konsep taman hijau dengan kuliner tradisional khas Kota Tangerang, berhasil menarik banyak pengunjung yang datang.

Lokasi Taman Laksa berada di Jalan Mochammad Yamin, Babakan, Tangerang. Laksa merupakan makanan tradisional khas Kota Tangerang, memiliki cita rasa gurih dan lezat. Setiap harinya Taman Laksa ramai dikunjungi pembeli khususnya pada weekend. Harga untuk satu porsi laksa berkisar Rp. 20.000-Rp. 30.000. Siapkan budget Rp. 50.000 agar bisa menikmati laksa dengan lebih puas.

5. Cisadane Walk

foto : instagram.com / @lestariuwie

Kawasan Kota Tangerang dilalui oleh Sungai Cisadane, sungai tersebut mengalir dari anak-anak sungai di Gunung Pangrango dan Gunung Salak Bogor sampai dengan muara di Teluk Naga, Kabupaten Tangerang. Untuk menambah estetika kota maka sisi sungai yang berdampingan langsung dengan jalan-jalan utama di pusat Kota Tangerang dipercantik, seperti dengan membuat jogging track dan menghias paving block.

Terdapat juga Jembatan Berendeng yang menghubungkan antara Benteng Makassar (Kec. Tangerang) dengan Gendereng (Kec. Karawaci). Jembatan Berendeng berada di atas Sungai Cisadane, sepanjang 130 meter dengan lebar 13 meter. Uniknya, di tengah Jembatan Berendeng pada bagian kanan dan kiri terdapat flying deck, sebuah kaca transparan.

Flying deck Jembatan Berendeng menjadi daya tarik pengunjung dari luar kota, karena dengan berdiri di atas kaca transparan bisa melihat langsung aliran air sungai Cisadane yang mengalir. Cocok banget untuk pengunjung yang suka akan tantangan. Lokasi jembatan yang bersih nyaman dan memiliki tampilan warna-warni bagus banget dijadikan tempat berfoto yang instagramable.

Transportasi

foto : tangerangkota.go.id

Untuk urusan transportasi, pengunjung tidak perlu khawatir, karena terdapat Bus TAYO (Tangerang Ayo) yang siap membawa pengunjung berkeliling Kota Tangerang. Tarif Bus TAYO cukup murah, yaitu hanya Rp. 2.000 untuk sekali naik. Pembayarannya cukup efektif karena berbasis elektronik, hanya dengan scan barcode maka otomatis saldo akan berkurang.

Selama pandemi COVID-19, Bus TAYO tetap beroperasi setiap hari dari pukul 05.30 – 19.00 WIB. Jangan lupa untuk selalu menerapkan 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak) agar terhindar dari penyebaran COVID-19.

Ayo Jaga Taman Disekitarmu

Setelah mengetahui beberapa taman tematik yang ada di Kota Tangerang, selanjutnya yuk bersama-sama menjaga taman disekitar kita, dengan cara:

  • Membuang sampah pada tempatnya
  • Tidak menginjak rumput sembarangan
  • Tidak menyentuh tanaman di sekitar taman
  • Hanya berjalan pada jalan yang disediakan, dan
  • Ikuti aturan pada taman

Ruang terbuka hijau khususnya taman merupakan aset berharga bagi keberlangsungan kehidupan. Semakin tidak menentu perubahan iklim salah satunya berasal dari semakin sedikitnya ruang terbuka hijau. Untuk menjaganya dibutuhkan peran dari berbagai pihak, stakeholder, institusi pendidikan, masyarakat dan swasta.

21 Replies to “Taman Tematik – Destinasi Wisata Favorit di Kota Tangerang

  1. Wah menarik bgt artikel nya, jadi pengen ke taman potret. Tapi sayang lg corona gini jadi takut. Tapi aman kali ya?

  2. Sangat menarik, mudah-mudah pemerintah kota tanggerang bisa menambah rth lagi agar sesuai dengan standar

Leave a Reply

Your email address will not be published.