Randu Pohon Ini Cukup Populer di Indonesia

buah kapuk kayu randu

Kayu randu termasuk jenis kayu berkualitas rendah dan mudah lapuk jika terkena air atau udara lembab. Kayu randu juga mudah berubah bentuk, pecah, serta terserang jamur maupun rayap. Kayu dari pohon randu masuk dalam jenis kayu dengan tinkat keawetan kelas V, yaitu bersifat mudah lapuk atau keropos.

Selain bermanfaat untuk bidang konstruksi ringan, kayu randu juga menjadi bahan baku plywood atau pulp di industri kertas. Sedangkan penggunaan randu untuk furniture sangat tidak disarankan karena kayu ini memiliki kepadatan rendah dan terlalu lunak.

Pohon yang berasal dari wilayah tropis Amerika ini banyak dibudiyakan oleh masyarakat Indonesia karena sesuai dengan iklim Indonesia. Pohon Randu juga termasuk tanaman industri yang cukup digemari.

Taksonomi

Di masyarakat Jawa, pohon randu dikenal dengan sebutan Kapas Jawa, Kapuk Jawa atau Pohon Kapas Sutra. Secara ilmiah, randu memiliki klasifikasi sebagai berikut:

KingdomPlantae
SubkingdomViridplantae
InfrakingdomSteptophyta
SuperdivisiEmbryophyta
DivisiMagnoliphyta
SubdivisiSpermatophyta
KelasMagnoliopsida
SuperordoRosanae
OrdoMalvales
FamiliMalvaceae
GenusCeiba
SpesiesCeiba pentandra

Asal dan Sebaran

Pohon randu berasal dari bagian utara wilayah Amerika Selatan, Karibia, dan juga Amerika Tengah. Selain memakai nama ‘randu’, pohon ini juga umumnya dikenal dengan sebutan pohon kapuk. Istilah ‘kapuk’ juga digunakan untuk menyebut serat yang dihasilkan buah randu.

Meski berasal dari daratan Amerika, pohon randu telah tersebar ke berbagai wilayah benua lainnya, termasuk Afrika dan Asia. Di Indonesia, randu menjadi salah satu komoditas hutan tanaman industri. Beberapa negara Asia lain yang menjadi habitat randu, yaitu Malaysia, Filipina, dan Indonesia.

Baca juga artikel berikut ini :

Habitat

Habitat alami tumbuhan randu berada di wilayah tropis Benua Amerika. Media tanah yang cocok untuk pertumbuhannya adalah tanah berkontur datar dengan sistem drainase yang baik. Pohon ini membutuhkan air yang banyak pada masa awal pertumbuhan, terutama air hujan.

batang pohon randu
batang pohon randu

Sebaliknya, ketika memasuki tahap pembungaan serta pembuahan, pohon ini justru tidak terlalu membutuhkan air dan cenderung cocok dengan cuaca kering.

Pohon randu dapat tumbuh dengan baik pada daratan yang berada di ketinggian maksimal 3.500 meter di atas permukaan laut dan memiliki kelembaban sedang hingga tinggi. Selain itu, pohon ini juga rentan dari terpaan angin kencang karena dapat tumbuh dengan sangat tinggi.

Morfologi

Pohon randu atau kapuk adalah kelompok tanaman berbatang besar dan tinggi. Ketinggian batangnya mulai dari 8 meter sampai dengan 30 meter dengan diameter mencapai 3 meter. Kulit batang randu mempunyai tekstur berduri dengan bentuk kerucut.

Pada pangkal batang pohon terdapat tonjolan berukuran kecil. Warna kulit pohon randu yaitu cenderung kelabu. Pohon ini termasuk jenis tumbuhan dengan percabangan meluas dan arah pertumbuhan cabangnya nyaris horizontal.

Daun pohon randu merupakan daun dengan pertulangan menjari yang tumbuh pada tangkai pohon. Setiap tangkai ditumbuhi beberapa pokok daun. Jumlah anak daun untuk setiap pokok berkisar antara 5 sampai 9 helai dengan panjang mencapai 15 cm.

Biasanya tanaman ini akan menggugurkan daunnya secara periodik. Jumlah daun yang gugur sangat bervariasi, yaitu keseluruhan atau hanya sebagian. Oleh sebab itu, pada waktu tertentu pohon tak jarang dijumpai tanpa daun sama sekali.

Tanaman kapuk memiliki bunga yang berwarna putih atau pink kemerahan dengan ukuran yang relatif kecil. Bunganya tumbuh secara bergerombol pada tangkai pohon dan biasanya area tangkai yang ditumbuhi mencapai 20 cm.

Selain bunga, pohon randu juga mempunyai buah yang berbentuk kapsul dan meruncing pada ujung pangkal buah. Ukuran panjang buah sekitar 10 cm sampai dengan 30 cm. Ketika buah telah masak atau tua, warna buah akan berubah kecokelatan. Di dalam buah pohon randu terdapat biji dan serat yang disebut kapuk atau kapas.

Biji randu berwarna hitam terbungkus oleh serat-serat kapuk. Umumnya warna serat kapuk adalah putih, tetapi ada juga yang berwarna kelabu atau kuning muda. Ketika buah randu masak pohon, buah tersebut akan pecah secara almi dan menyebabkan biji serta serat kapuk berjatuhan dari pohon.

Manfaat Pohon Randu

Tidak hanya kayu dan serat kapuknya yang bermanfaat, ada berbagai manfat lain yang dimiliki pohon randu, termasuk untuk pengobatan penyakit dan pemenuhan bahan baku industri. Sayangnya, saat ini pemanfaatan pohon randu secara tradisional perlahan-lahan mulai terkikis oleh perkembangan teknologi.

1. Bahan Industri

Serat buah yang dihasilkan pohon randu terbilang cukup unik dan memiliki nilai manfaat yang tinggi. Serat yang disebut kapuk banyak dimanfaatkan pengusaha di bidang industri, khususnya industri pemintalan dan meubel, bahkan industri elektronik.

Pada industri pemintalan, serat kapuk biasanya dijadikan bahan baku untuk membuat benang. Sementara pada industri meubel serat kapuk digunakan sebagai bahan isian untuk mengisi bantal, kasur, matras, dan jok kursi. Sedangkan pada industri elektronik, serat randu dimanfaatkan sebagai isolator panas dan juga peredam suara.

2. Pengobatan

Bagian pohon randu yang berguna untuk bidang pengobatan adalah daunnya. Ada begitu banyak penyakit yang dapat diobati dengan menggunakan bahan utama daun randu, mulai dari penyakit ringan sampai beberapa jenis penyakit berat.

Beberapa diantaranya adalah sakir panas dalam, gangguan pada mulut seperti sariawan dan infeksi, mempercepat penyembuhan bekas luka, mengobati batuk dan melancarkan dahak, serta dapat membantu menyehatkan mata.

Sedangkan penyakit berat yang dapat diobati dengan daun randu, antara lain adalah wasir atau ambeien, gangguan pencernaan atau diare, disentri, serta dapat membantu mengatasi maag kronis.

Baca artikel lainya :

sumber referensi : rimbakita.com