Mengenal Istilah Pulau Jalan Lalu Lintas

Traffic island atau biasa dikenal dengan sebutan pulau lalu lintas merupakan bagian jalan yang tidak dapat dilalui oleh kendaraan dapat berupa marka jalan atau bagian jalan yang ditinggikan. Pulau lalu lintas ini dapat digunakan untuk mengurangi kecepatan mobil yang melaju dan dapat menyediakan space bagi pejalan kaki yang ingin menyebrang jalan.

Dilansir dari id.wikibooks.org bentuk-bentuk pulau lalu lintas yang biasa digunakan untuk menghambat kecepatan dapat berupa:

Pulau di median yang berfungsi untuk memberikan ruang ditengah jalan sehingga pejalan kaki yang menyeberang dapat berhenti ditengah jalan sebelum melanjutkan menyeberang bila situasi telah memungkinkan untuk menyeberang, seperti ditunjukkan dalam gambar.

Pulau disisi kiri, kanan atau pada kedua sisi yang dimaksudkan untuk mempersempit ruang lalu lintas kendaraan yang berfungsi untuk mengurangi kecepatan lalu lintas. pulau seperti ini bisa di tempatkan di mulut persimpangan ataupun ditengah ruas jalan.

Kombinasi dari butir 1 dan butir 2 selain pulau ditengah juga ditempatkan pulau di pinggir sehingga keselamatan pejalan kaki yang menyeberang menjadi lebih tinggi lagi.

Modern ini, pulau jalan lalu lintas juga ditingkatkan fungsinya menjadi taman agar mempercantik view di kawasan tersebut tanpa mengurangi fungsi utamanya. Misalnya pulau jalan yang terletak wilayah Pandaan, Kabupaten Pasuruan.

Pemberdayakan / pemanfaatan sebuah ruang pulau jalan yang berada di jalan raya antara Taman Candra Wilwatikta dan Rumah Makan Sri, Pandaan seluas 383 m2 dengan mengolah lahan tidur yang tersedia menjadi Ruang Terbuka Hijau yang menyematkan fungsi dan fasilitas kolam pancur, taman tanaman hias dan juga sarana penunjang dalam skala kecil seperti jalur terapi kaki dan tempat beristirahat.

Tanaman sebagai komponen utama dalam RTH ini menjadi titik berat pengolahan pola tapak sekaligus sebagai elemen estetika perancangan. Beberapa jenis tanaman yang dipadupadankan dalam RTH ini antara lain tricolour, helicornia, rowelia tegak, kana dan melati jepang sebagai tanaman perdu serta krokot, rowelia rebah dan paku gunung sebagai ground cover.

sumber : prayogopranowoarchitects.blogspot.com
Baca artikel lainya :

Leave a Reply

Your email address will not be published.