Melihat Trend Buy Emiten Jumat 11 Desember 2020

perbedaan analisa fundamenta dan teknikal saham

Perdagangan bursa pada kamis 10 Desember 2020 IHSG gagal naik ke level 6000, mencermati dari analisa beberapa perusahaan skuritas pada IHSG LQ45 di sebabkan oleh turunnya emiten dengan kode saham HSMP dan GGRM. Ini terjadi akibat respon pasar terhadap kebijakan pemerintah tentang kenaikan cukai rokok.

berikut ini headline news beberapa media di hari kamis 10 november 2020

Pasar Global

Bursa Eropa (UE) ditutup variatif dan Bursa Amerika (AS) ditutup negatif pada perdagangan sebelumnya. Menjadi faktor penggerak pasar, antara lain proses persetujuan perpanjangan anggaran pemerintahan AS untuk seminggu kedepan, dengan ancaman terjadi penutupan aktivitas pemerintahan pada hari Sabtu jika kongres tidak menemui kesepakatan.

Selaian itu isu reaksi alergi penerima vaksin di Inggris menyebabkan badan pengawas makanan dan obat-obatan AS menunggu hasil pengamatan atas kasus tersebut sebelum memberikan izin penggunaan vaksin Pfizer di AS.

Pasar Asia

Sebagian bursa Asia dibuka negatif pada pagi ini, dari Jepang data aktivitas indeks harga produsen untuk periode November mengalamai penurunan 2.2% secara tahunan (YoY), meski sesuai estimasi pasar namun merupakan penurunan tertinggi dalam enam bulan terakhir, dengan penurunan terbesar harga produksi terjadi di sektor perminyakan.

Selanjutnya baca artikel berikut ini :

Pasar Domestic

Pemerintah dikabarkan belum akan menaikkan cukai produk rokok untuk jenis SKT (kretek tangan) untuk tahun ini, beberapa emiten rokok diuntungkan dari ditunda-nya kenaikan cukai SKT antara lain HMSP dan WIIM yang memiliki produk SKT dengan kontribusi terhadap pendapatan perusahaan masing-masing sebesar 24% dan 32%.

Sebelumnya pemerintah juga menunda kenaikan cukai untuk jenis SKM (kretek mesin) yang mundur dari jadwal pengumuman Oktober. Di awal tahun 2020 pemerintah memberlakukan kenaikan cukai jenis SKM hingga 25% yang menyebabkan penurunan pangsa pasar oleh beberapa produsen rokok terbesar di Indonesia.

Update Emiten

ANTM – PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero), PT Pertamina (Persero), dan PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) dipastikan memegang kepemilikan saham di Indonesia Battery Holding (IBH). Adapun jumlah kepemilikan saham dipegang ANTM atas IBH sekitar 25%.

PTPP – akan melanjutkan proses divestasi 2 ruas jalan tol (Pandaan-Malang, Kualanamu-Tebing Tinggi) pada tahun 2021 dengan tahapan saat ini memasuki masa negosiasi penawaran oleh investor. Perusahaan baru akan mempublikasikan jumlah transaksi jika telah dicapai kesepaktan atas divestasi ini.

Berikut ini kode saham yang cocok untuk dikoleksi di akhir pekan ini :

INCO -> harga ditutup melewati resistance setelah berada dalam pola konsolidasi (sideways) yang cukup lama dan memberikan sinyal awal trend Bullish.

INKP -> memberikan sinyal tren bullish setelah break out melewati resistance dan keluar dari pola konsolidasinya.

GGRM -> Harga melewati (cross up) MA 200 dan terindikasi membuat break away gap. GGRM memberikan sinyal positif dan berpeluang untuk terjadi Rally jangka pendek-menengah.

WIIM -> tren harga masih berada dalam tren bullish dan masih berpeluang untuk melanjutkan rally.

Baca artikel lainya :

sumber referensi : most