Manfaat Sabut Kelapa Jarang Diketahui ?

manfaat sabut kelapa

Tanaman kelapa dapat dijumpai di dataran rendah maupun di dataran tinggi, pohon seribu manfaat ini merupakan pohon yang tumbuh subur di daerah tropis, khususnya di Indosia. Selain pohonya, sabut kelapa juga memiliki berbagai kegunaan diantaranya sebagai berikut : 

1) Sebagai media tanam

Sabut kelapa bisa dimanfaatkan sebagai media tanam. Yaitu dengan mengambil bagian sabut dari kulit kelapa dan menggunakannya secara langsung sebagai bahan untuk menanam. Ada tanaman yang membutuhkan jenis media tanam khusus, sehingga menyerupai atau mirip habitat aslinya. Misalnya adalah tanaman anggrek.

Beberapa jenis anggrek hidupnya adalah epifit. Yaitu menempel pada tanaman inang, tapi tidak parasit terhadap tanaman inang. Tidak semua anggrek bersifat epifit. Karena sifatnya tidak parasit, maka anggrek tidak tergantung pada tanaman inang untuk mendapatkan nutrisinya. Istilahnya hanya numpang tempat hidup saja. Tapi, nutrisi dan kebutuhan lainnya cari sendiri. Sehingga, hal tersebut bisa dimanipulasi dengan memberi anggrek dengan media tanam dari sabut kelapa.

Anggrek yang ditempelkan pada sabut kelapa seolah – olah ia hidup seperti habitat aslinya.Kemudian, nutrisinya diberikan secara manual dengan memberikan pupuk melalui media tanam ataupun melalui pupuk daun khusus anggrek. Oleh sebab itu, pilihan yang paling mudah untuk dilakukan adalah dengan sabut kelapa. Karena teksturnya yang solid dan tidak mudah ambyar. Mudah dibentuk dan diatur sesuai keinginan.

2) Cocopeat

Sabut kelapa bisa diproses untuk menjadi cocopeat. Cocopeat adalah sabut kelapa yang dipootong menjadi lebih lembut. Serat – serat pada sabut kelapa diurai dan diubah menjadi ukurang yang sangat lembut. Dengan ukuran yang lebih kecil, cocopeat menjadi lebih fleksibel untuk mengisi pot atau media dari media tanam. Sehingga media tanam menjadi lebih padat, sehingga kemampuan dalam menyimpan air lebih baik, namun tetap memiliki porositas yang baik. Sehingga udara bisa masuk dan berdifusi pada media. Oksigen yang tinggi pada media akan membantu akar untuk lebih baik dalam menyerap unsur hara.

Cocopeat ini cukup banyak digunakan dalam media tanam hidroponik. Meskipun, digunakan untuk selain sistem tanam hidroponik juga bisa.Tapi dengan sifatnya yang porous, cocopeat akan membuat tanaman tumbuh menjadi lebih baik. Karena oksigen akan banyak terdifusi pada cocopeat dan akar bisa tumbuh lebih leluasa.

3) Mengandung unsur kalium

Sabut kelapa dikenal mengandung unsur kalium yang cukup tinggi. Kandungan kalium pada sabut kelapa lumayan banyak. Kalium ini paling banyak terdapat pada bagian serat dari kulit kelapanya. Ketika dalam bentuk serabut, jumlah kaliumnya sekitar 10,25%. Sedangkan ketika sudah dalam bentuk abu serabut kelapa, nilai kaliumnya lebih tinggi antara 20 – 30%. Itu adalah jumlah kalium yang sangat banyak. Hampir setara dengan pupuk kandungan K dan lebih tinggi daripada pupuk NPK.

Selain mengandung kalium, abu sabut kelapa juga ada kandungan fosfornya. Tapi jumlahnya jauh lebih sedikit, hanya sekitar 2% saja. Untuk mendapatkan abu dari sabut kelapa juga mudah membuatnya. Tinggal di bakar saja. Proses ini akan menghasilkan pupuk padat dari sabut kelapa. Sedangkan untuk mendapat pupuk cair, kita perlu melakukan beberapa pekerjaan tambahan untuk itu.

Pupuk kalium anorganik harganya mahal. Jika kita bisa mengolah sabut kelapa ini menjadi pupuk, maka kita bisa terbantu untuk mengurangi belanja pupuk kalium. Karena unsur kalium sangat dibutuhkan oleh tanaman, terutama ketika tanaman sedang dalam fase berbuah atau berbunga. Sehingga, menggunakan sabut kelapa sebagai pupuk, secara tidak langsung akan menambah jumlah unsur kalium untuk tanaman.

4) Sebagai pupuk organik

Manfaat sabut kelapa untuk tanaman adalah bisa dipakai sebagai pupuk organik. Lebih khusus lagi sebagai sumber kalium organik. Hal ini karena sabut kelapa mengandung unsur kalium yang lumayan. Seperti pada poin di atas. Disebut sebagai sumber kalium organik karena diantara unsur lain di dalamnya, kalium yang paling tinggi. Pupuk organik dari sabut kelapa bisa dalam bentuk abu sabut kelapa atau pupuk organik cair.

Dalam bentuk abu, maka sabut kelapa harus dibakar terlebih dahulu. Lebih mudah dan cepat dalam prosesnya. Kemudian abu dicampurkan ke media tanam dengan jumlah yang telah direncanakan.

Sedangkan untuk pupuk cairnya, kita bisa membuatnya dengan cara berikut ini.[3]

  • Sabut kelapa sebanyak 30 – 50 kg dicacah menjadi ukuran 3 – 5 cm. Semakin kecil semakin baik.
  • Kemudian sejumlah abu sabut kelapa tersebut dimasukkan ke dalam tong dengan volume sekitar 200 liter.
  • Tambahkan air bersih sampai tong terisi penuh.
  • Tutup dan biarkan selama 4 minggu (satu bulan).
  • Pupuk cair kalium organik siap digunakan.

Pupuk cair kalium dari sabut kelapa ini bisa digunakan sebagai pupuk kocor. Pada tanaman jagung, pupuk cair kalium tersebut paling bagus kalau diberikan sebanyak 300 ml/tanaman. Dosis tersebut bisa membuat jagung tumbuh paling tinggi diantara dosis lainnya. Selain itu, serapan K nya juga menjadi lebih tinggi.

5) Peluang usaha

Dengan banyaknya manfaat sabut kelapa untuk tanaman, ini bisa menjadi peluang usaha yang unik. Karena sabut kelapa akan banyak dibutuhkan. Baik itu dari para penghobi sampai pertanian yang lebih luas. Terutama cocopeat, harga eceran di pasaran yang cukup lumayan, peluang besar ada di sini. Dengan memproses sabut kelapa menjadi cocopeat, maka nilai tambahnya akan meningkat. Pengemasan yang bagus disertai beberap pentunjuk manual akan bisa menambah daya jual ke konsumen.

Baca artikel lainya :