Ciplukan Tanaman Liar Punya Nilai Ekonomis Tinggi

tanaman cimplukan

Bagi kamu yang tinggal di desa tentu tanaman liar satu ini sudah tidak asing lagi, karena pastinya kamu akan banyak menemukanya di sawah, ladang dan juga pinggiran sungai. Namun siapa sangka tanaman ini sekarang memiliki nilai ekonomis tinggi dan banyak di buru, selain buahnya yang manis dan lezat, tanaman Ciplukan juga punya beragam manfaat salah satunya sebagai obat herbal.

Tanaman ciplukan banyak tumbuh di daerah tropis, dulunya tanaman ciplukan merupakan tanaman liar yang kurang diperhatikan, namun dengan semakin berkembangnya zaman dan pengetahuan masyarakat akan tanaman alternatif pengganti semakin maju, kini cimplukan jadi salah satu tanaman yang dicari untuk dibudidayakan.

buah ciplukan matang
buah ciplukan matang

Untuk tau lebih jauh tentang apa itu CIPLUKAN berikut penjelasan detail tentang tanaman ciplukan yang admin kutip dari https://ccrc.farmasi.ugm.ac.id/

Nama Tanaman

Nama ilmiah : Physalis angulata L.

Nama lokal : Morel berry (Inggris), Ciplukan (Indonesia), Ceplukan (Jawa), Cecendet (Sunda), Yor-yoran (Madura), Lapinonat (Seram), Angket, Kepok-kepokan, Keceplokan (Bali), Dedes (Sasak), Leletokan (Minahasa).

Klasifikasi Tanaman

Kingdom : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Sub divisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonnae
Ordo : Solanales
Famili : Solanaceae
Marga : Physalis
Spesies : Physalis angulata L.

Uraian Tanaman

Physalis angulata L. adalah tumbuhan herba anual (tahunan) dengan tinggi 0,1-1 m. Batang pokoknya tidak jelas, percabangan menggarpu, bersegi tajam, berusuk, berongga, bagian yang hijau berambut pendek atau boleh dikatakan gundul. Daunnya tunggal, bertangkai, bagian bawah tersebar, di atas berpasangan, helaian berbentuk bulat telur-bulat memanjang-lanset dengan ujung runcing, ujung tidak sama (runcing-tumpul-membulat-meruncing), bertepi rata atau bergelombang-bergigi, 5-15 x 2,5-10,5 cm.

Bunga tunggal, di ujung atau ketiak daun, simetri banyak, tangkai bunga tegak dengan ujung yang mengangguk, langsing, lembayung, 8-23 mm, kemudian tumbuh sampai 3 cm. Kelopak berbentuk genta, 5 cuping runcing, berbagi, hijau dengan rusuk yang lembayung.

Mahkota berbentuk lonceng lebar, tinggi 6-10 mm, kuning terang dengan noda-noda coklat atau kuning coklat, di bawah tiap noda terdapat kelompokan rambut-rambut pendek yang berbentuk V. Tangkai benang sarinya kuning pucat, kepala sari seluruhnya berwarna biru muda. Putik gundul, kepala putik berbentuk tombol, bakal buah 2 daun buah, banyak bakal biji. Buah ciplukan berbentuk telur, panjangnya sampai 14 mm, hijau sampai kuning jika masak, berurat lembayung, memiliki kelopak buah.

Habitat, Penyebaran, dan Budidaya

Ciplukan adalah umbuhan asli Amerika yang kini telah tersebar secara luas di daerah tropis di dunia. Di Jawa tumbuh secara liar di kebun, tegalan, tepi jalan, kebun, semak, hutan ringan, tepi hutan. Ciplukan biasa tumbuh di daerah dengan ketinggian antara 1-1550 m dpl. Kultur tunas dapat tumbuh baik pada media MS dengan penambahan zat pengatur tumbuh BA dan IAA. Kadar dan perbandingan zat pengatur tumbuh untuk regenerasi kultur tunas agar diperoleh planttet adalah sebesar BA 3-4 ppm dan IAA 0,1 ppm

Penggunaan di Masyarakat

Akar tumbuhan ciplukan pada umumnya digunakan sebagai obat cacing dan penurun demam. Daunnya digunakan untuk penyembuhan patah tulang, busung air, bisul, borok, penguat jantung, keseleo, nyeri perut, dan kencing nanah. Buah ciplukan sendiri sering dimakan; untuk mengobati epilepsi, tidak dapat kencing, dan penyakit kuning.

Kandungan Kimia

Senyawa-senyawa aktif yang terkandung dalam ciplukan antara lain saponinflavonoid, polifenol, dan fisalin. Komposisi detail pada beberapa bagian tanaman, antara lain:
a. Herba : Fisalin B, Fisalin D, Fisalin F, Withangulatin A
b. Biji : 12-25% protein, 15-40% minyak lemak dengan komponen utama asam palmitat dan asam stearat.
c. Akar : alkaloid
d. Daun : glikosida flavonoid (luteolin)
e. Tunas : flavonoid dan saponin

Baca artikel lainya :