Apa Itu Mortar Kegunaan Dan Jenisnya

ilustrasi mortar

Semen, mortar dan beton adalah tiga hal berbeda, terutama dilihat dari bahan dasarnya. Semen adalah adukan kapur dan sebagainya untuk merekatkan batu bata. Sementara mortar adalah campuran semen, pasir, dan kapur mati untuk menempelkan batu bata.

Beton, sekilas memang mirip mortar tapi komposisinya lebih kompleks, yaitu pasir, kerikil serta agregat lain, air, semen dan terkadang dengan bahan tambahan atau aditif dengan perbandingan tertentu hingga menjadi satu kesatuan yang homogen. Terjadinya reaksi kimia antara semen dengan air akan membuat campuran beton mengeras menyerupai batu.

Dalam dunia bangunan, semen, mortar dan beton dibedakan berdasarkan fungsinya. Di mana semen merupakan salah satu bahan yang digunakan dalam pembuatan adukan. Sementara mortar didefinisikan sebagai adukan. Ini bisa berarti bermacam adukan, mulai dari adukan perekat bata ringan, adukan plester, adukan acian hingga adukan perekat keramik semuanya disebut mortar.

Kegunaan Mortar

Banyak manfaat yang diperoleh dari menggunakan mortar untuk pengerjaan konstruksi Anda. Berikut ini merupakan fungsi mortar:

1) Sebagai Bahan Pengikat

Mortar memiliki kegunaan sebagai bahan pengikat pada saat membangun tembok. Mertar akan mengikat bata satu dengan bata yang lainnya sehingga membentuk sebuah tembok seperti yang diinginkan.

2) Menutup Permukaan yang Tidak rata

Menutup permukaan yang tidak rata juga merupakan salah satu kegunaan dari mortal. Permukaan bata yang tidak merata dapat ditutup dan dihilangkan dengan menggunakan mortar. Hal ini tentu akan membuat pengerjaan kontruksi menjadi lebih rapi.

3) Sebagai Bahan Plesteran

Pada saat membangun tembok tentu permukaan tidak akan langsung rata dan bagus. Untuk itu dibutuhkan mortar untuk plesteran tembok agar permukaanya halus. Selain itu mortal juga dapat digunakan sebagai plesteran pada saat akan memasang keramik, baik itu di lantai maupun di tembok.

4) Untuk Mengaci Tembok

Setelah tembok diratakan, diperlukan pengacian untuk membuat tembok lebih halus lagi. Mortar dapat digunakan untuk mengaci tembok setelah dilakukan plesteran, hal ini akan membuat tembok halus sehingga memudahkan saat pengecatan.

5) Sebagai Bahan Mengecor

Mortar juga dapat digunakan sebagai bahan untuk mengecor. Mengecor menggunakan mortar akan membuat waktu pengerjaan menjadi lebih singkat.

Jenis Mortar

Berikut jenis-jenis mortar yang dibagi menjadi 4 jenis:

  • Perekat Bata Ringan atau Thin Bed Mortar

Perekat bata ringan merupakan mortar yang digunakan untuk merekatkan bata ringan, perekat ini biasa juga disebut dengan lem hebel. Menggunakan mortal ini akan lebih efisien dibandingkan dengan menggunakan semen konvensional, karena cukup mengoleskan tipis saja. Mortal jenis ini hanya dapat digunakan untuk bata ringan saja.

  • Plester Dinding

Mortar plester dinding digunakan untuk memplester dinding. Tidak seperti jenis thin bed mortar, mortar jenis ini dapat diaplikasikan pada bata ringan, batako, ataupun bata merah.

  • Acian Instan

Mortar acian instan diformulasikan secara khusus untuk menghaluskan permukaan dinding. Menggunakan mortar acian instan akan menghemat waktu serta biaya karena tidak memerlukan plamir lagi untuk menghaluskannya, jadi tembok bisa langsung dicat.

Selain itu menggunakan mortal jenis ini akan membuat tembok makin padat. Hal ini akan membuat cat tidak akan terserap dan membuat warna cat lebih terlihat.

  • Pemasangan Keramik

Mortar jenis ini dikhususkan untuk pemasangan keramik. Menggunakan mortar untuk memasang keramik akan dapat merekatkan keramik dengan kuat.

Menggunakan mortar pada konstruksi bangunan Anda akan membuat waktu pengerjaan lebih singkat sehingga biaya yang dikeluarkan menjadi lebih hemat. Hal ini dikarenakan mortar sangat praktis tidak perlu mencampurkan manual lagi. 

Baca artikel lainya:

** artikel ini dirangkum dari berbagai sumber