Analisis Sistem Perkotaan Kabupaten Malang

Kabupaten Malang The Heart of East Java

wordpress.com

Kabupaten Malang adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Timur, merupakan kabupaten terluas kedua di Jawa Timur setelah Kabupaten Banyuwangi dengan populasi terbesar di Jawa Timur. Kabupaten Malang memiliki 33 kecamatan didalamnya. Kabupaten Malang mempunyai koordinat 112o17′ sampai 112o57′ Bujur Timur dan 7o44′ sampai 8o26′ Lintang Selatan. Kabupaten Malang juga merupakan kabupaten terluas ketiga di Pulau Jawa setelah Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Sukabumi di Provinsi Jawa Barat.

Ibu kota Kabupaten Malang adalah Kepanjen. Kabupaten ini berbatasan langsung dengan Kota Malang tepat di tengah-tengahnya, Kabupaten JombangKabupaten Pasuruan; dan Kota Batu di utara, Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Probolinggo di timur, Samudra Hindia di selatan, serta Kabupaten Blitar dan Kabupaten Kediri di barat. Sebagian besar wilayahnya merupakan pegunungan yang berhawa sejuk, Kabupaten Malang dikenal sebagai salah satu daerah tujuan wisata utama di Jawa Timur. Bersama dengan Kota Batu dan Kota Malang, Kabupaten Malang merupakan bagian dari kesatuan wilayah yang dikenal dengan Malang Raya (Wilayah Metropolitan Malang).

Jumlah penduduk di Kabupaten Malang setiap tahunnya mengalami peningkatan, misal pada kurun waktu 5 tahun terakhir. Pada tahun 2015 jumlah penduduk di Kabupaten Malang sebanyak 2.544.315 jiwa dan pada akhir tahun 2019 menjadi 2.606.204 jiwa. Oleh karena peningkatan jumlah penduduk yang mendiami Kabupaten Malang tersebut, tentu diperlukan pula peningkatan fasilitas yang tersedia di daerah sebagai faktor pendorong pelayanan dan kegiatan aktivitas ekonomi.

Masing – masing permukiman penduduk Kabupaten Malang tentu memiliki fasilitas yang berbeda – beda di tiap kecamatan. Permukiman yang memiliki fasilitas terbaik akan menjadi pusat pertumbuhan bagi wilayan yang memiliki tingkat fasilitas yang kurang sehingga memunculkan hirarki pada tiap kecamatan. Hal ini sangat penting sebagai indikator dalam merencanakan suatu wilayah sehingga diperlukan analisis sistem pusat-pusat perkotaan.

MalangTIMES.com

Data yang digunakan pada penelitian ini berasal dari data BPS Kabupaten Malang Dalam Angka Tahun 2019 dengan menggunakan data persebaran fasilitas di Kabupaten Malang. Proses analisis dilakukan dengan menggunakan 14 variabel, terdiri dari : Jumlah Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), Puskesmas, Puskemas Pembantu (PUSTU), Poliklinik, Posyandu, Polindes, Apotek, Masjid, Mushola, Gereja Protestan, dan Kantor Bank Umum. Untuk jumlah data pada masing-masing fasilitas dapat dilihat pada tabel.

BPS Kabupaten Malang Dalam Angka, 2019

Proses analisis data dilakukan dengan menggunakan metode analisis cluster dan skalogram. Analisis cluster adalah analisis statistika yang bertujuan untuk mengelompokkan data sedemikian sehingga data yang berada dalam kelompok yang sama mempunyai sifat yang relatif homogen daripada data yang berada dalam kelompok yang berbeda. Sedangkan, Analisis Skalogram memberikan gambaran adanya pengelompokkan permukiman sebagai pusat pelayanan dengan mendasarkan pada kelengkapan fungsi pelayanannya. Fasilitas yang digunakan pada penilaian ini adalah fasilitas yang mencirikan fungsi pelayanan sosial dan ekonomi dengan kriteria obyek tunggal dan terukur serta sedapatnya memiliki karakteristik hirarkis atau berjenjang. 

Perhitungan skalogram dijabarkan dalam tabel yang berisi fasilitas sarana & prasarana per kecamatan. Tabel tersebut dijumlahkan secara vertikal sesuai dengan bobot nilai, kemudian diurutkan dari angka terbesar yang diletakkan paling kiri ke kanan. Setelah diurutkan maka nilai kesalahan (error) dan hierarki dapat dicari. Hierarki yang didapat menggunakan rumus dan perhitungan menjelaskan banyaknya kelas atau orde fasilitas sarana dan prasarana. Semakin Tinggi nilai orde (orde I) maka semakin tinggi hierarki.

Hasil Pengolahan Data Menggunakan SPSS, 2020

Pada hasil diagram case tersaji data number of clusters yang menunjukan tingkatan nilai clusters pada masing-masing data. Buat garis semu horizontal yang memotong data “8” clusters untuk menunjukan jumlah clusters. Pada penilitian ini menggunakan 8 clusters, cara mengetahui kecamatan apa saja yang masuk ke dalam cluster tertentu maka dapat dilakukan dengan melihat pada diagram case. Jika data > 8 maka dihitung 1 cluster, namun jika data < 8 maka data tersebut masuk ke dalam cluster selanjutnya sampai ada data yang berada di atas 8 atau secara angka < 8. Penentuan cluster juga dapat dilihat dari Diagram Dendogram di bawah ini.

Hasil Pengolahan Data Menggunakan SPSS, 2020

Metode perhitungan skalogram dilakukan untuk mengetahui pusat pelayanan yang merupakan tindak lanjut dari perhitungan data faktor dan cluster. Hierarki yang didapat menggunakan rumus dan perhitungan menjelaskan banyaknya kelas atau orde fasilitas sarana dan prasarana. Semakin Tinggi nilai orde (orde I) maka semakin tinggi hierarki. Analisis skalogram dapat dilakukan dengan menggunakan SPSS, melalui iterasi dengan cara pengarsiran yang dilakukan dengan mengikuti urutan tanda x terdekat tanpa memutus garis arsiran. Sebagai berikut :

Iterasi 1

Pada proses iterasi 1 urutan cluster mengalami perubahan yang diawali dengan cluster 1 kemudian pada urutan terakhir terdapat cluster 7. Urutan cluster tersebut didasarkan pada tingkatan nilai skor dari yang tertinggi menuju yang terendah. Berikut ini perhitungan nilai SE & R :


Iterasi 2

Berdasarkan proses perhitungan iterasi 2, diperoleh nilai tingkat kepercayaan atau R 91,57% dan standar eror 8,33%. Data tersebut sudah memiliki tingkat kepercayaan yang lebih baik dari pada iterasi 1. Namun untuk memaksimalkan hasil tingkat kepercayaan maka perlu dilakukan proses iterasi 3.


Iterasi 3

Berdasarkan proses perhitungan iterasi 3, diperoleh nilai tingkat kepercayaan atau R 95,45% dan standar eror atau SE sebesar 4,55%. Artinya data tersebut sudah memiliki tingkat kepercayaan yang paling baik maupun paling maksimal sehingga diperoleh nilai eror terkecil.

Hasil analisis skalogram :

Hasil Analisis, 2020

Menurut hasil analisis clusters dan skalogram, hierarki paling tinggi atau hierarki I diperoleh cluster 1 yang terdiri dari Kecamatan Kepanjen dan Lawang. Ditinjau dari kondisi eksisting, Kecamatan Kepanjen merupakan ibu kota dari Kabupaten Malang dengan jumlah penduduk 108.551 jiwa. Hasil hierarki ini merepresentasikan Kecamatan Kepanjen sebagai ibu kota kabupaten yang memiliki fasilitas paling lengkap sebagai pusat pelayanan di Kabupaten Malang.

Hierarki paling rendah adalah hierarki VIII, salah satu didalamnya terdapat Kecamatan Kesambon yang memiliki jumlah penduduk paling sedikit di Kab. Malang, yaitu berjumlah 31.395 jiwa. Hal ini menyebabkan kebutuhan fasilitas yang dimiliki juga menyesuaikan dengan kebutuhan penduduk yang ada dengan memperhatikan jumlah penduduk daerah tersebut. Kecamatan Kasembon memiliki luas 55,67 km2 dengan tinggi rata-rata dari permukaan laut sebesar 239 AMSL sehingga jumlah penduduk yang bermukim di daerah tersebut berjumlah paling sedikit.

Berdasarkan hasil analisis sistem pusat perkotaan di Kabupaten Malang, pemerintah dapat berfokus pada peningkatan sistem pelayanan yang sudah terbentuk melalui penentuan hierarki yang di dalamnya sudah termuat fasilitas sosial seperti fasilitas kesehatan, fasilitas pendidikan, dan fasilitas peribadatan. Hal ini dapat membantu memudahkan pemerintah dalam mengatasi tantangan berupa kebutuhan sarana prasarana yang diakibatkan oleh peningkatan jumlah penduduk yang selalu naik setiap tahunnya di Kabupaten Malang.

Fidiyati
Baca artikel lainya :

Leave a Reply

Your email address will not be published.