5 Jenis Plafon Rumah Beserta Kelebihanya

plafon pvc keren

Jenis plafon rumah ada banyak sekali ragamnya dan setiap jenis memiliki kelebihan dan kekurangannya tersendiri. Kamu sudah tahu kelebihan dan kekurangan plafon yang kamu pilih?

Jenis-jenis plafon yang beragam tersebut memudahkan para pengguna dalam menentukan pilihan terbaik yang disesuaikan dengan desain rumah secara keseluruhan.

Terutama bagi kamu yang suka bereksplorasi dalam desain rumah, tentu tak ingin kan tampilan plafon rumahmu membosankan?

Apalagi plafon bangunan adalah salah satu elemen penting untuk dekorasi interior rumahmu, jadi memilihnya pun tak bisa sembarangan.

Penasaran? Yuk, simak 5 jenis plafon rumah serta kelebihan dan kekurangannya di bawah ini.

Plafon Gypsum

Jenis plafon gypsum adalah pilihan yang paling banyak digunakan oleh masyarakat baik untuk pelengkap interior rumah modern ataupun rumah semi modern.

plafon gypsum

Plafon gypsum banyak dipilih karena kemudahan pengerjaannya dan kemudahan dalam mendapatkannya di manapun.

Selain itu, plafon gypsum banyak dipilih karena harganya relatif lebih murah dengan material rangka yang bervariasi seperti kayu dan juga metal.

Kelebihan:

  • Pengerjaan lebih cepat
  • Hasil lebih rapi
  • Model dan desain beragam
  • Tersedia beberapa pilihan material rangka

Kekurangan:

  • Tak tahan air
  • Bahan kurang tahan lama

Plafon Triplek

Jauh sebelum orang-orang mengenal gypsum, plafon triplek adalah pilihan yang paling diunggulkan berkat berbagai keuntungan dan kemudahan yang ditawarkan.

plafon triplek
sumber foto google

Plafon triplek ini terbuat dari bahan kayu triplek dengan ketebalan yang biasa digunakan berkisar dari 3 mm hingga 6 mm.

Dari segi harga, plafon triplek pun masih terbilang cukup murah dan stoknya juga mudah didapatkan.

Kelebihan:

  • Harga masih cukup murah
  • Pemasangan mudah
  • Bisa dijadikan sebagai tumpuan

Kekurangan:

  • Kurang tahan air
  • Sambungan akan kelihatan
  • Harus sering dicat ulang

Plafon Kayu

Plafon kayu atau lambersering adalah jenis plafon yang terbuat dari kayu olahan dan berbentuk lembaran-lembaran berukuran 1 x 9 cm.

plafon kayu
sumber foto google

Selanjutnya, lembaran kayu tersebut dikeringkan agar kadar airnya menyusut sehingga ketika dipasang tak akan mengalami proses penyusutan kembali.

Tampilan plafon kayu sangat elegan karena dalam proses finishing, kayu dipelitur dengan warna alami kayu agar kesannya lebih natural.

Kelebihan:

  • Tampilan lebih artistik
  • Tak akan menyusut ketika dipasang
  • Cocok untuk rumah modern bertema natural

Kekurangan:

  • Pengerjaan lebih lama dan lebih sulit
  • Harga lebih mahal dari plafon gypsum

Plafon Metal

Bahan pembuat plafon metal adalah lempengan metal tipis yang diproses dengan cara diembos dan dicetak dalam berbagai motif ukiran.

plafon metal
sumber foto google

Setelah itu, material yang telah dicetak dan diukir dirapikan dengan finishing cat minyak serta ragam warna sesuai pilihan.

Plafon metal umumnya dipiliha karena bahannya yang anti air juga anti rayap sehingga lebih kuat dan lebiha awet.

Kelebihan:

  • Anti air dan anti rayap
  • Lebih kuat dan lebih awet
  • Tersedia beragam motif ukiran

Kekurangan:

  • Pengerjaan tak mudah
  • Harga relatif mahal
  • Pilihan harus disesuaikan dengan bentuk rumah

Plafon PVC

Plafon PVC terbuat dari material yang sama untuk pembuatan pipa air, yaitu Polyvinyl Chloride.

plafon pvc
sumber foto google

Bahan PVC ini sudah terkenal sangat awet karena memiliki daya tahan yang tinggi terhadap air, api, dan juga serangan rayap.

Plafon PVC dipilih karena materialnya yang kuat, sangat ringan, dan juga tersedia dalam berbagai pilihan warna dan motif yang beragam.

Kelebihan:

  • Material ringan
  • Daya tahan tinggi terhadap air dan api
  • Takkan diserang rayap
  • Tersedia banyak pilihan warna

Kekurangan:

  • Harga masih relatif mahal
  • Tak bisa dicat ulang dan harus diganti baru

baca artikel lainya :