4 Tips Memilih Investasi Reksadana Saham

ilustrasi reksadana saham

Reksadana adalah tempat mengumpulkan uang atau dana investasi dari masyarakat yang selanjutnya akan diinvestasikan oleh manajer investasi dalam berbagai instrumen investasi. Manajer investasi mengelola dan menginvestasikan dana secara profesional dalam Reksadana. Manajer investasi didukung oleh tenaga ahli lainnya yang terdiri dari komite investasi dan pengelola investasi.

  • Komite Investasi bertugas mengarahkan dan mengawasi tim pengelola investasi dalam menjalankan strategi investasi. Komite Investasi akan mengadakan rapat dengan tim tersebut satu bulan sekali untuk melakukan evaluasi.
  • Pengelola Investasi adalah tim yang bertugas mengelola investasi Reksadana sesuai dengan kebijakan dan strategi investasi yang ditetapkan.

Reksadana Saham

Didalam dunia investasi reksadana saham adalah salah satu jenis investasi yang cukup banyak diminati oleh masyarakat karena return yang dianggap menjanjikan. Walaupun dalam investasi dikenal prinsip high risk high return, risiko reksadana saham terbilang tinggi namun dengan potensi timbal baik yang semakin tinggi pula. Risiko reksadana saham lebih tinggi jika dibandingkan dengan jenis Reksadana lain seperti Reksadana campuran, Reksadana pendapatan tetap dan Reksadana pasar uang. Namun bagi Anda yang sudah terbiasa dengan risiko reksadana saham tentunya mempunyai cara tersendiri untuk menghindari kerugian.

Reksadana saham ternyata sangat berbeda dengan bermain saham pada umumnya. Investor reksadana saham tidak harus terjun langsung untuk mengamati fluktuasi harga saham. Semua itu akan dilakukan oleh manajer investasi, namun sebelum Anda memutuskan terjun dalam investasi reksadana saham  sebaiknya mengetahui dasar-dasar dan prinsip reksadana saham.

Apa yang Dimaksud Reksadana Saham?

Pengertian reksadana saham tidak jauh berbeda dengan saham, keduanya memiliki portofolio berupa saham. Portofolio inilah yang kemudian dikelola oleh manajer investasi dengan cara menjual dan membeli saham saat harga saham memungkinkan untuk transaksi. Hasil yang didapatkan dari investasi reksadana saham adalah selisih kenaikan atau turun harga jual beli saham

Yang membedakan reksadana saham dengan saham lainnya yaitu, reksadana saham hanya bisa dilakukan pada saham perusahaan yang memiliki badan hukum tercatat di bursa efek Indonesia atau luar negeri. Oleh karena itu tidak semua perusahaan dapat dibeli sahamnya dengan reksadana saham. Tujuan utamanya untuk melindungi pemodal, prosedur pendaftaran perusahaan juga tidak mudah karena semua diawasi langsung oleh Otoritas Jasa Keuangan atau OJK.

Ada banyak produk reksadana saham yang diperjual belikan dengan aman tentunya dibawah pengawasan OJK. Pengawasan ini mengatur perilaku pelaku investasi reksadana saham diantaranya:

  • Investor tidak diperbolehkan membeli saham di bursa efek luar negeri yang informasinya tidak dapat diakses dari Indonesia.
  • Investasi hanya dibatasi maksimal 10% dari nilai aset reksadana saham
  • Investor tidak diperbolehkan menguasai modal perusahaan lebih dari 5% dari total modal keseluruhan .

Mengenal Return and Risk Reksadana Saham

Return and risk atau biasa disebut untung dan rugi merupakan unsur yang saling berkaitan dalam reksadana saham. Memahami return dan risk sangatlah penting untuk mendapat hasil maksimal dalam investasi reksadana saham. Sebagai investor Anda tidak bisa hanya melihat satu sisi, Anda harus memperhitungkannya secara menyeluruh dan matang antara untung dan rugi.

Tak bisa dipungkiri reksadana saham memang menawarkan high return tapi dibalik itu terdapat high risk juga mengingat fluktuasi yang tidak dapat diprediksi dengan mudah.  Angka keuntungan reksadana saham maupun kerugiannya bisa naik turun kapan saja dengan tajam. Namun hal itu bukan berarti sisiko tersebut menjadi penghalang dalam berinvestasi reksadana saham. Dengan perencanaan keuangan yang baik risiko tersebut bisa diminimalisir atau bahkan dibalik menjadi keuntungan berlipat.

Tips Agar Reksadana Saham Bisa Menguntungkan

1) Sesuaikan dengan tujuan investasi

Langkah ini untuk memastikan kapan dana investasi ini akan dimanfaatkan. Berinvestasi di reksa dana saham memang menawarkan peluang pertumbuhan yang tinggi, namun juga memiliki tingkat volatilitas atau risiko naik-turunnya harga yang sangat tinggi.

Untuk investor dengan profil risiko moderat atau memiliki horizon investasi jangka menengah, sedikit porsi reksa dana saham, bisa dimanfaatkan sebagai booster untuk menggenjot kinerja portofolio investasi secara keseluruhan. Misalkan 10% dari komposisi portofolio ditempatkan di reksa dana saham, maka sisanya bisa ditempatkan di investasi lainnya yang risikonya cenderung lebih rendah. Seperti, reksa dana pendapatan tetap dan reksa dana pasar uang.

2) Pilih Manajer Investasi yang terpercaya

Manajer Investasi (MI) memiliki peranan yang sangat penting dalam mengelola dana investasi para investor reksa dana. Oleh karena itu, kita harus mencari tahu rekam jejak MI yang akan mengelola dana kita. Pertama, periksa legalitas MI di situs OJK melalui (https://reksadana.ojk.go.id/Public/ManajerInvestasiList.aspx).

Selain itu, periksa juga rekam jejak MI situs perusahaannya maupun beragam artikel berita. Ada baiknya juga mencari tahu perusahaan yang terafiliasi dengan MI tersebut, para profesional di dalamnya, serta tata kelola perusahaan yang diterapkan di MI tersebut.

3) Cari tahu strategi pengelolaan

Ada banyak reksa dana saham yang bisa dipilih, masing-masing reksa dana saham memiliki strategi pengelolaan yang berbeda. Ada yang menggunakan tema investasi berdasarkan kapitalisasi pasar, syariah, konvensional, ESG, dan lain sebagainya, atau berdasarkan sektor tertentu (infrastruktur, teknologi, dan lain lain), atau pun dari cara strategi pengelolaan. Informasi ini harus dicari tahu dan pilihlah yang paling sesuai dengan tujuan investasi.

4) Perhatikan konsistensi kinerja reksa dana untuk periode menengah panjang

Salah satu faktor yang penting diperhatikan adalah peringkat dan konsistensi kinerja reksa dana. Beberapa perusahaan domestik maupun global mengadakan pemeringkatan reksa dana. Lihat proses perhitungan Risk-Adjusted Return yang meliputi kinerja bulanan produk dan konsistensi kinerja produk. Walaupun tidak selalu harus digunakan, rating tersebut dapat melengkapi pertimbangan dalam memilih reksa dana.

Di tengah potensi pertumbuhan perekonomian Indonesia yang positif, peluang investasi pada reksa dana saham dapat dimanfaatkan oleh masyarakat investor yang forward looking, mencermati risiko saat ini namun pada saat yang sama juga menangkap peluang jangka panjang.

Baca artikel lainya :

Sumber referensi : investor.id, cimbniaga