3 Pilihan Investasi Wujudkan Impian Punya Rumah

investasi aman dan nyaman

Harga rumah yang kian meroket dari hari ke hari tentu membuat Anda harus memutar otak lebih keras. Melakukan investasi bisa menjadi solusi agar impian untuk memiliki rumah segera terwujud.  Namun, dari sekian banyak instrumen investasi yang ada, manakah yang paling baik untuk plan beli rumah?

Apakah investasi reksa dana? Ataukah investasi saham? Atau justru investasi konvensional seperti emas? Untuk mengetahui jawabannya, simak ulasannya berikut ini!

1) Reksa dana

Investasi reksadana menjadi instrumen yang paling direkomendasikan untuk rencana beli rumah. Mengapa demikian? Instrumen investasi yang satu ini relatif mudah dikelola, bahkan oleh investor pemula. Dalam berinvestasi reksa dana, Anda akan dibantu oleh Manajer Investasi untuk menginvestasikan dana dalam portofolio efek.

Reksa dana pun memiliki banyak pilihan. Anda bisa menyesuaikan dengan rencana untuk beli rumah. Misalnya, Anda ingin membeli rumah dalam jangka waktu tiga hingga lima tahun ke depan, maka reksa dana saham bisa menjadi pilihan. Reksa dana saham memberikan return yang tinggi dan memiliki tenor panjang, sehingga cocok untuk rencana dalam skala tahunan.

Selain itu, Anda bisa mempertimbangkan reksa dana jenis lain yang tenornya lebih singkat. Reksa dana pendapatan tetap misalnya. Model reksadana seperti ini akan membantu Anda untuk mendapatkan return yang stabil. Ada juga reksa dana campuran yang merupakan reksa dana dengan portofolio variatif, menggabungkan instrumen saham dan obligasi. Reksa dana campuran cocok untuk pertumbuhan harga dan juga pendapatan Anda.

2) Saham

Selain investasi reksa dana, Anda juga bisa mempertimbangkan investasi saham. Instrumen yang satu ini cocok perencanaan jangka panjang seperti membeli rumah. Ini karena saham memberikan return yang tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama. Bahkan, potensi keuntungan yang ditawarkan saham seringkali lebih tinggi dari tingkat inflasi.

Anda bisa memilih saham yang memiliki performa baik. Saham blue chips bisa dijadikan pilihan untuk meminimalisir risiko. Anda juga bisa memilih saham yang pergerakannya tidak terlalu agresif. Hindari saham yang kenaikannya terlihat tidak biasa atau too good to be true karena bisa jadi itu merupakan saham “gorengan.” Kelihatannya akan menguntungkan, namun sebenarnya justru bisa mendatangkan kerugian.

3) Emas

Investasi yang lebih konvensional seperti emas juga bisa Anda pilih untuk segera mewujudkan impian membeli rumah. Emas yang merupakan logam mulia merupakan instrumen yang tepat untuk lindung nilai atau hedging. Lindung nilai amat penting jika mengingat harga rumah yang terus naik dari hari ke hari.

Dengan mengalokasikan dana pada investasi emas, Anda telah melindungi dana tersebut dari risiko fluktuasi nilai tukar mata uang yang merugikan. Emas sering dianggap sebagai aset yang aman dari gerusan inflasi dan anggapan tersebut memang telah terbukti. Sudah sejak lama emas menjadi alat proteksi kekayaan.

Agar investasi emas bisa bekerja, Anda dapat mengalokasikan pos pengeluaran khusus untuk membeli emas. Perhatikan gerak harga emas dan lakukan pembelian di saat yang tepat. Lakukan penjualan di saat harga naik, dengan begitu Anda bisa mendapatkan keuntungan.

Tips investasi untuk beli rumah

Investasi bisa menjadi solusi yang lebih efisien dibandingkan menabung untuk beli rumah. Bunga yang ditawarkan dari tabungan tidak sebesar return yang ditawarkan beberapa jenis instrumen investasi. Belum lagi, Anda masih harus membayar biaya administrasi dan biaya lainnya jika menyimpan uang di tabungan.

Meski begitu, Anda tidak boleh asal memilih instrumen investasi. Ingat, setiap jenis investasi punya nilai risiko masing-masing. Tidak ada investasi yang benar-benar bebas risiko. Namun, Anda bisa meminimalisir risiko tersebut. Ketiga instrumen yang disebutkan di atas pun punya risikonya masing-masing. Untuk mengetahui mana yang tepat, sesuaikanlah dengan profil risiko Anda. 

Baik investasi reksa dana, saham, maupun emas, jika dikelola dengan tekun tentu akan mendatangkan return yang diinginkan.

Tips : Bijaklah dalam berinvestasi, prioritaskan minimal 10% tiap bulan dari penghasilan anda untuk investasi emas, reksadana atau saham

Baca artikel lainya :

sumber referensi : most.co.id